Sabtu, 06 Mei 2017

Kwatrin

#kwatrin

IQTIBARI NASIB
By Romy Sastra II

Terlena pada pandangan pertama, purnama
Kisi-kisi malam membuai angan, pada kejora
Ilalang di tanah tandus, merindukan bahagia
Sedangkan rinai sama sekali, tak jua ada

Kupu-kupu di atas daun bermandi tangis
Sedih di daun layu, rintihan hidup histeris
Jeritan tak terdengar, menyentuh batin
Lolongan kepedihan lenyap terbawa angin

Oohh, koloni awan, sibakkan gumpalanmu
Jangan menutup langit nan membiru
Tersenyumlah iklim, biarkan si kecil berlari
Rotasi pancaroba masih menyimpan misteri

Bercermin pada kisah, bukalah pintu hati
Jangan bermain bayangan diri
Sadari langkah, seberapa jauh kaki berlari
Tetap yang dikejar hanyalah ilusi

Menyadari takdir adalah ibadah kepadaNya
Insafi sayap-sayap liarmu si rama-rama
Jangan tergoda pada dunia
Ada seribu satu jalan menuju bahagia

HR RoS
Jakarta, 06,05,17

Jumat, 05 Mei 2017

Puisi sufi

MUSYAFIR SUFI
Karya Romy Sastra II

tenggelamkan matahari dunia
buka pintu diri
gelap mencari terang
pada matahari sejati
kerlap-kerlip bintang bertaburan
purnama semu berlalu
kosmik galaksi jiwa bertumpukkan
bak kiamat lebur
menjadi secercah maha makna

langit berlubang
menembus lapis tertinggi
jiwa terbang
dengan segumpalan awan
bersayap, dihantar asma-asma cinta
membuncah arasy

sukma rindu tak menemukan siang
maupun malam
yang ada kelembutan abadi
dalam perjalanan terbaik

yaa, perjalanan cinta sang mujahid sufi
menemui kekasih pada duduk tasbih

hening, menyapa bisu
tetesan rindu,
meleleh membanjiri air mata surga
ternyata, yang dicari sudah menyelimuti

HR RoS
Jakarta, 20092016

Kamis, 04 Mei 2017

Puisi Bunda

B U N D A
by Romy Sastra

Dari tetesan darahmu aku ada
dalam kandunganmu aku terfitrah
dan dalam kandunganmu jua
aku mengenal Allah.

Dari ASI itu aku tumbuh
dengan didikanmu aku bijaksana
oleh perhatianmu aku dewasa
dari tatapanmu aku tahu makna.

B U N D A,
dari kelembutanmu aku mengerti kasih
dari belaianmu aku tahu arti cinta
dengan tuntunanmu
ananda paham akidah.

B U N D A,
kini aku sudah dewasa
telah jauh darimu karena cinta kedua
kini kurindu ingin bersua
belajar dari cinta kasih sayang
yang pernah bunda ajarkan
di tanah tumpah darah lahir ke dunia
betapa berharganya didikan itu
Untuk kutitipkan juga sama cucumu nanti.

 B U N D A,
tunggulah aku di beranda itu
kembali
dari perantauan seberang pulau.

Anakmu dulu,
yang pernah ditimang-timang
pagi dan petang
di beranda rumah itu
bunda lepaskan aku ke sekolah.

kini si buah hatiku telah lahir ke dunia
'tuk melanjutkan tiranimu bunda
cucumu sudah dewasa
sayangnya tak pernah berjumpa.

Sekarang ini,
anakmu tahu makna sebagai nilai orang tua
darimu jua
terima kasih ya ayah bunda.

Dalam kerinduan ini
kupersembahkan puisi rinduku
untukmu bunda
tanpa ada tetesan air mata
kucoba 'tuk tegar menghadapi dunia
oh, bundaku.

HR RoS
Jakarta, 20-9-2015,  11,40

Selasa, 02 Mei 2017

Puisi Sang Nabi



SANG NABI
Karya Romy Sastra

Tirani khalifah Ilahi
Diintimidasi dari kekuasaan sadis
Ibrahim kecil terlantar di lorong pengap
Haus dan lapar menjerit pilu

Air madu surga mencucur di ujung jari
Mukjizat pertama itu terjadi
Menyusu pada telunjuk sendiri
Tanpa ayah bunda, suasana sunyi

Jalan itu menelusuri padang gersang
Tiada celah cahaya pada nurani insani
Tertutup api raja Namrud
Yang ada hanya kegelapan iman
Bertuhan pada patung-patung
Ciptaan Azar ayahnya sendiri

Melipat jejak terjal dengan yakin
Memandu tauhid
Bermukim di dahan iman
Bertanya diri pada kenabian
Di mana Engkau bersembunyi Tuhan?"

Aku cari Engkau pada terik,
inilah Tuhanku
Kenapa Tuhan tenggelam!"
Aku benci Tuhan yang semu

Aku cari Engkau pada bintang-bintang malam yang bertaburan
Pada sosok wajah nan ayu rupawan
Kerlip itu pun berlalu dari tatapan rindu
Aku benci kepada Tuhan yang tenggelam

Tuhan maha pencipta
Jangan bersembunyi di balik hatiku
Tampakkan wajah-Mu
Suarakan sabda-Mu
Tintakan firman itu lewat kalam,
Dalam bait-bait kalbu sebagai petunjukku

Kalimahtullah bertasbih pada gejolak api
Hikmah tauhid tertinggi sang Nabi
Mentranspormasi api menjadi cahaya
Tak terbakar
Bermandi api menjadi lentera cinta
Basah tubuh khalifah pada embun surga
Ibrahim, engkau bapak segala khalifah

Dalam panji-panji agamamu
Insan di muka bumi ini mulya
Sampai terbenamnya terik ke maghribi
Hingga matahari terbit kembali dari barat
Jejak tauhidmu tak lenyap di muka bumi
Risalahmu tetap abadi
Ya, sang Nabi

HR RoS
Jakarta, 09092016

Puisi religi

RASA ITU MURSYID DIRI
Romy Sastra II

kejujuran iman
keutamaan dalam detak jantung berpacu
mengejar langkah waktu
silih berganti datang dan pergi
denyut nadi mengiringi aliran laju

rasa diri di sekujur tubuh sutra surgawi
langit-langit rongga terminal rasa
ketika rasa memberi tahu
dialah mursyid diri itu

bila mursyid sejati dalam diri sunyi
rasa terhenti tubuh mati

ketika Jibril menyapa
datang membawah risalah Tuhannya
berhadapan di antara rasa dan mata hati
bersiap-siaplah
suatu saat nanti ia membawamu pergi
menyatukan kembali ke azali
sanggupi saja kedatangannya membawa ruh

sabda tuan guru penuntun jalan hakiki
berbisik pada bilik-bilik religi
seperti berada dalam goa Hira
membuka pintu-pintu arasy
dia hadir sebagai sahabat baik tak menipu

ketika tabir terbuka kerlip bertamu
sang utusan titip pesan
kenalilah dirimu selalu
jangan sampai tersesat jalan

pesan sabda,
kau akan tahu jalan Tuhanmu
di puncak rasa, ia maha rasa itu
sirri wa ana sirrahu

HR RoS
Jakarta 020517

Senin, 01 Mei 2017

Puisi sufi

#Repost

DIALAH, IA___________
Karya Romy Sastra

Pada kekasih menitip salam
salam dititip mengiringi cinta
cinta yang terhantar ke medan takwa

Napas-napas yang pergi dan kembali
bersemayam mengitari rahsi
rahsi Ilahi memandu rahsa sejati

Melangkah ke savana rasa
seketika menatap cinta
aku sudah sampai di padang
Savana jiwa

Hening tak bersuara, bising tak bernada
La sami'an ilaallah

Puji cinta menyapa, tak ada sahutan
dia berbisik!
La mutakalliman ilaallah

Aku menatap keindahan kekasih
tak kutemukan surgawi
yang ada tatapan cinta!
La bashiran ilaallah

Hilang memasuki ruang kehidupan
ternyata tak ada kehidupan
tak ada kematian
yang ada!
La hayatan ilaallah

Lalu, siapa aku?
La haula wala kuata illa billahil aliyil adzim

Dialah Ia berkuasa pada yang ada dan tiada

HR RoS,
Jakarta, 19-9-2015. 10, 07

Prosa

#Repost

PROSA SEMALAM DI MALAYSIA
by Romy Sastra

Kata orang mimpi itu bunga tidur, setelah kuhayati gak juga.
Ternyata mimpi adalah sebuah petunjuk dari yang maha kuasa.
Mimpi bunga tidur terjadi dari pergolakkan keseharian kita ini, ketika tidur jiwa tak berpegang ke kalimah Ilahi, maka godaan-godaan datang menghampiri.

Alkisah ....
Sebut saja nama itu Jejaka,
Jejaka putra Sumatera berkelana ke tanah Jawa semenjak remaja, sang Jejaka mengembara dari lorong- lorong kota ke kota lainnya,
hanya berbekal jajakan dagangan kecil dari pintu ke pintu, tawarkan sesuatu yang ia jual.

Kadang dari pasar pagi ke pasar malam. "mmm, hanya mencari sesuap nasi.
Bermimpi punya obsesi jadi orang berarti, sekurang-kurangnya untuk kelangsungan hidup rumah tangganya nanti.

Berlalunya waktu,
Jejaka menemukan tambatan hati, di salah satu kota Jakarta.
Ya, kota Jakarta bagian barat. Jejaka akhirnya menikah di tanah kelahiran istrinya di pulau Jawa,
singkat cerita, Jejaka dan istrinya berbahagia hingga berbuah cinta melahirkan dua orang putra
putra Jejaka sekarang sudah remaja.

Dulu jejaka punya cita-cita, ingin sekolah ke university, aral kesehatan menjegal impian
hingga studynya broken oleh keadaan. Pada kesehatan yang tak mengizinkannya kala itu,
kini Jejaka punya misi, dan cita-cita. Dulu semasa pendidikan punya obsesi hendak kuliah, sayangnya pendidikannya terputus. Kini keinginannya itu, diserahkan ke putera sulung yang kini masih di bangku SMA sebentar lagi akan menamatkan jenjang pendidikan SMA-nya itu.
Impian si Jejaka ingin direalitikan oleh putra sulungnya, menempuh study ke jenjang university.
Semoga putera sulung jadi siswa teladan di sekolahnya dan bisa meraih prestasi yang dibanggakan.

Berlalunya waktu, kini Jejaka payah, hidupnya susah, niaga pun berantakan, sekarang jadi pengangguran.
Hidup bak siklus hari, ada hujan ada panas, ibarat roda berputar kadang di atas kadang di bawah.

Sementara, makan dan minum ditanggung oleh istri yang rela.
Sang istri selalu setia dan tabah bermanja melayani kehidupan rumah tangganya.

"Hehemm ....

Kadangkala dihiasi juga dengan pertengkaran-pertengkaran kecil dalam irama rumah tangganya,
dan itu dia anggap saja sebagai seni kehidupan. Indahnya sebuah noktah, dalam kearifan diri sebagai pemimpin. Ya, ketika pertengkaran terjadi, kedua pasangan itu berbesar hati saling meminta maaf dari kesalahpahaman yang terjadi, dan mereka sama-sama memaafkan, cumbuan bumbu rumahtangga kembali diketengahkan, jadilah itu pereda tangis ketika konflik-konflik kecil melanda.

*************

Jejaka cinta ....

Kini Jejaka menatap cinta ketiga yang berada jauh di samudera biru, negeri Kinabalu
negeri yang belum pernah ditemui,
cinta itu pun juga belum pernah bertemu.

Cinta pertama Jejaka, telah tersusun bisu dalam lemari kenangan. Dan sepertinya, sosok cinta pertamanya itu. Ia berada di pulau Kalimantan. Sampai saat ini tak pernah bertemu lagi, semenjak lepas dari pendidikan SMP, ketika mereka berada di kampung halaman. Ada dua dekade setengah tak pernah bertemu. Ahhh... biarlah story itu jadi memori bisu.


Cinta kedua Jejaka, ada pada realiti noktahnya kini, semoga
berbahagialah selamanya.

**********

Cinta ketiga itu,
sebut saja namanya Jelita.
Si Jelita juga mempunyai kisah dalam perjalanan hidupnya.

Kehidupannya yang penuh misteri, berwatak Srikandi tapi berhati lembut.
Kehidupannya diliputi kemelut dari cabaran hidup, teruk sakit gastrik membuat langkahnya sulit melangkah.
Masa depan keluarga ada di tangannya,
aku bangga mendengarkan dari cerita-cerita perjalanan hidupnya.

Jelita ....

Aku kini sudah tua,
ingin berlayar melancong ke negeri Sabah, Malaysia. Jejaka berkeinginan mencoba semalam di Malaysia,
bercerita dan ingin bertamu ke sebuah negeri impian tempat Jelita berada.
Negeri perantauan yang menjanjikan bagi kehidupan orang-orang rantau yang tak beruntung di negeri kampung halamannya.

"Mmm,
apakah Jejaka juga bermimpi ingin seperti pahlawan-pahlawan devisa itu,
entahlahh?"

*********

Impian....
Ketika takdir menentukan langkah hidup apa boleh buat,
berharap sampai di sana bertemu dengan Jelita, bercerita sejenak di sebuah home stay mungil, kutatap wajah Jelita, ada pancaran rona-rona bahagia dan bahagia. Bercerita asa cinta yang selama ini terlukis di maya, telah terwujud sudah.

Malaysia negeri sehati sejiwa
negeri yang ramah orangnya, taat beribadah.
Aku terpesona kelembutan sikap Jelita perempuan Sabah
mimpi dengan Jelita akhirnya bersua.

Kugenggam jemarinya, kuucapkan kata cinta.
I love you, I miss you ... "Jelita akhirnya tersenyum mesra.

Aku menatap wajah Jelita yang sayu akan rindu, karena takut rindu itu berlalu, ketika jelita berubah ekspresi kebahagian jadi risau, ia menatap ke sebuah taman dan sesekali ke ruang sepi dan langit tak berhujung, tak menghiraukan kehadiran Jejaka yang telah jauh-jauh datang dari seberang. Sepertinya makna lamunannya, jauh ke ruang angkasa, ada rasa syukur, akan kehadiran sosok yang ia dambakan di dunia maya selama ini, seakan takdir alam telah mempertemukannya pada cinta dunia maya.
Di kelopak matanya ada tetesan bening mengalir.
"Jejaka mencoba bertanya pada Jelita?" dan tangannya yang masih tergenggam, kenapa dikau menangis Jelita? Tanya Jejaka, kekasihnya yang telah berada di sampingnya sendiri.
Jelita akhirnya, dia berucap lirih.

"Abaangg? "Lalu, Jelita diam seketika, dan setelah itu Jelita menatapku" dia berucap kembali dengan penuh keyakinan.
"Kuusap air matanya di sela tangis Jelita.
"Ia Jelita, mengatakan.
I love you, I miss you juga abg,
aku akhirnya terharu, dengan ucapan Jelita kekasih maya itu.

"Mmmm....
Ketika itu, aku tertawa sejadi-jadinya, hahaahaaaa....
Sehingga aku dicubit manja oleh Jelita, "auuuuwwww... sakit tau, lirihku padanya, biarin aja wee, jawabannya.

Kucoba menenangkan diri Jelita dalam pelukanku
dan kuucapkan sebuah kata asmara kisah.

"Jelita??
Life in opera ini memang indah Jelita, godaku pada Jelita.
Ya, abangku, jawabnya.
"Abang?" memang cinta satu malam ini terasa indah abg.
Spontan, kupeluk tubuh Jelita lebih erat lagi, dalam dekapan itu. Jelita cinta, akhirnya kukecup bibirnya sejadi-jadinya. Hehe jelita pasrah,
hingga ... Hehem....

"Ahhh, kisah pada hasrat,
terlukis dalam hati yang tersirat.
Kuluahkan story dalam prosa sederhana ini,
hatiku geli,
kenapa story ini terjadi. Malulah pada umur seharusnya.

Jejaka akhirnya menemukan cinta ketiganya semalam di Malaysia.

wasalam ....

HR RoS
Jakarta, 18-9-2015. 16,29